Social Icons

Pages

Sabtu, 03 November 2012

Pertemuan 6, Kelompok 1

 Manajemen Berbasis Sekolah

Pengertian Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah
Menurut Edmond (dalam Suryosubroto, 2004:208) Manajemen Peningkatan mutu berbasis sekolah merupakan alternatif baru dalam pengelolaan pendidikan yang lebih menekankan kepada kemandirian dan kreatifitas sekolah.

MBS berpotensi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, pemerataan, efisiensi, serta manajemen yang bertumpu pada tingkat sekolah. MBS dimaksudkan meningkatkan otonomi sekolah, menentukan sendiri apa yang perlu diajarkan, dan mengelola sumber daya yang ada untuk berinovasi. MBS juga memiliki potensi yang besar untuk menciptakan kepala sekolah, guru, dan administrator yang profesional.

Tujuan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah

Tujuan penerapan MBS untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum baik itu menyangkut kualitas pembelajaran, kualitas kurikulum, kualitas sumber daya manusia baik guru maupun tenaga kependidikan lainnya, dan kualitas pelayanan pendidikan secara umum

Kekuatan dan Kelemahan MBS
Kekuatan yang dimiliki persekolahan merupakan bersifat normative, seperti dimiliki rencana strategis, yang disusun berdasarkan Visi, misi dan nilai-nilai yang telah ditetapkan. 
Kelemahan yang terdapat juga bersifat normatif: (1) Penerapan manajemen pendidikan berbasis sekolah masih bersifat anjuran, (2) kotrol masyarakat belum memadai, (3) komite sekolah belum mampu memberikan bantuan secara penuh.

Jumat, 26 Oktober 2012

pertemuan 5

Hary Dhimas Prakoso
5235111813

MDGS ( Millenium Development Goals)
karena Indonesia adalah salah satu anggota PBB, maka indonesia menanda tangani proyek MDGS yang dicanangkan oleh PBB.
Tujuan MDGS di bidang pendidikan adalah pendidikan untuk semua, yang artinya pendidikan untuk seluruh warga dunia tanpa terkecuali.

Tujuan MDGS adalah:

-Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
-Mencapai pendidikan dasar untuk semua
-Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
-Menurunkan angka kematian anak
-Meningkatkan kesehatan ibu
-Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya
-Memastikan pelestarian lingkungan hidup
-Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan


 Pendidikan dibagi tiga macam yaitu:

  1. Pendidikan formal

pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

    2.   Pendidikan nonformal

Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran . Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya.

     3. Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.

pertemuan 3

Anak CI-BI ,
Anak CI-BI bukanlah chibi seperti singkatan fans dari cherry belle . hehe
CI-BI disini berarti anak yang memiliki IQ diatas rata-rata.
IQ anak yang mengindikasikan CI-BI luar biasa, bisa mencapai lebih dari 140.

Anak Gifted lebih menonjol pada bidang intelektual, sedangkan anak talented lebih kepada bakat (talent) 
penonjolan pada suatu bidang tetentu saja dari suatu individu yang dibawa sejak lahir atau secara umum disebut bakat berarti kecakapan khusus yang sifatnya non intelektif.
terdapat beberapa karakteristik tertentu yang dapat diamati saat anak berada di rumah (Smutny, 1999):
1.      Menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap banyak hal.
2.      Memiliki perbendaharaan kata yang banyak dan menggunakan kalimat lengkap saat berkomunikasi.
3.      Memiliki sense of humor dan berpikir dengan cerdas.
4.      Menyelesaikan masalah dengan cara yang unik atau tidak biasa.
5.      Memiliki ingatan yang bagus.
6.      Menunjukkan bakat yang menonjol dalam seni, musik atau drama.
7.      Menunjukkan imajinasi yang orisinil.
8.      Bekerja secara mandiri dan berinisiatif.
9.      Memiliki minat dalam membaca
10.  Memiliki perhatian yang menetap atau keinginan yang menetap dalam tugas yang dikerjakan.
11.  Merupakan anak yang dapat belajar dengan cepat.
Demikian resume untuk propen pertemuan ke dua, semoga bermanfaat :)

Sabtu, 13 Oktober 2012

Pertemuan 4

Resume kegiatan tatap muka PROPEN hari kamis 11 oktober 2012

Hary Dhimas Prakoso
5235111813

Akhirnya entri pertama dari blog ini dibuat :)
Yang paling saya ingat akan pertemuan propen kamis kemarin adalah pembahasan mengenai pasal-pasal yang berhubungan dengan pendidikan.
Yuk mari kita bahas beberapa pasalnya :


Pasal 32
(1)  Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.
(2)  Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari segi ekonomi.
(3)  Ketentuan mengenai pelaksanaan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah

Pendidikan Khusus
1. CIBI
2. Tuna Netra  A
3. Tuna Rungu  B
4. Tuna Granita  C
5. Tuna Daksa  D
6. Tuna Laras  E
7. Indigo
8. Autis

Pendidikan Layanan Khusus adalah pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, kaum minoritas , korban traficking dan juga korban pemanfaatan yang tidak seharusnya dilakukan orang dewasa kepada anak.

Pendidikan Layanan Khusus
1. Etnis Minoritas
2. Pekerja Anak
3. Psk Anak
4. Traficking

ada pula pasal 35
Pasal 35
(2)  Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan.

masih banyak pasal yang menyangkut pendidikan, sekiranya resume ini bermanfaat, terima kasih :)
 

Sample text

Sample Text

Sample Text